Penyisihan grup Piala Dunia 2026 telah berakhir dan 32 negara memastikan tempat di fase gugur. Sebanyak 24 negara merupakan juara dan runner up grup, serta delapan tim peringkat ketiga terbaik. Iran yang sebelumnya berpeluang melaju lewat daftar 8 peringkat 3 terbaik harus mengubur harapan lolos setelah terdampak hasil pertandingan Aljazair yang secara dramatis bermain imbang 3-3 melawan Austria. Sementara itu, Tanjung Verde membuat kejutan dengan lolos ke fase gugur pada keikutsertaan pertama kali di Piala Dunia.
Pada babak 32 besar, salah satu laga yang menarik untuk dinanti adalah partai Jepang melawan juara dunia lima kali, Brasil. Jepang sebagai wakil Asia boleh dibilang mengalami peningkatan pesat sejak gelaran Piala Dunia 2022. Di fase grup, Jepang dan Brasil mengakhiri penyisihan tanpa kekalahan. Jepang bahkan menahan imbang kekuatan besar Eropa, Belanda, sementara Brasil sempat diragukan penampilannya usai ditahan imbang juara Afrika, Maroko.
Dalam sejarah pertemuan kedua tim, tim Samba Brasil mendominasi kemenangan atas tim Samurai Biru. Namun, Jepang punya modal kemenangan berharga saat kedua tim terakhir bertemu pada Oktober 2025, di mana saat itu Jepang memenangi laga 3-2 atas tim Samba. Selebihnya, Brasil tak terkalahkan.
Dalam pembahasan bersama analis sepak bola M. Kusnaeni, Jepang saat ini dianggap mengalami penurunan performa dibandingkan kekuatan terbaiknya karena kehilangan tiga pemain kunci menjelang Piala Dunia, yakni Wataru Endo yang juga merupakan kapten tim, pemain sayap kiri Mitoma, serta Minamino. Kondisi ini diperparah dengan kabar cedera Takefusa Kubo. Akibatnya, daya dobrak dan intensitas pressing Jepang yang biasanya menjadi keunggulan mereka kini sedikit berkurang.
Di sisi lain, Brasil dipandang sebagai ancaman serius meskipun sempat tampil kurang maksimal di laga awal. Tanpa kehadiran Neymar yang sering membuat permainan menjadi terpusat pada dirinya, Brasil justru tampil lebih kolektif dengan kontribusi merata dari pemain seperti Vinicius Junior, Matius Kunya, dan pemain lainnya. Ekspektasi publik yang tidak terlalu tinggi juga dinilai menguntungkan bagi tim asuhan Carlo Ancelotti untuk tampil lebih nyaman.
Selain laga Jepang versus Brasil, terdapat potensi laga besar lainnya di 16 besar yang disebut sebagai final kepagian, yakni potensi pertemuan Jerman melawan Prancis serta Spanyol melawan Portugal, dengan catatan mereka mampu melewati lawan masing-masing di babak 32 besar.